Cara Pembukuan Keuangan Sederhana Bagi UMKM

pembukuan-keuangan

Dalam sebuah usaha pemasaran merupakan suatu hal yang penting karna penilaian keberhasilan atau tidaknya sebuah perusahaan tentunya dinilai dari seberapa berhasil pemasaran yang mereka lakukan sehingga dapat memperoleh keuntungan bagi perusahaan.

Namun, jika kita hanya fokus pada satu hal saja tentu itu bukan lah hal yang baik. Karena ada hal penunjang keberhasilan lain yang tentunya juga sangat penting dalam setiap usaha yaitu Pembukuan.

Sebagai pemilik usaha khususnya para pelaku UMKM perlu mengetahui pentingnya pembukuan keuangan dalam usaha sehingga kita bisa mengelola informasi terkait data yang telah ada baik itu dari pengeluaran atau pemasukan perusahaan. namun kebanyakan para pelaku usaha mikro,kecil dan menengah mengabaikan hal ini karena dirasa belum dirasa perlu karena usaha masih tergolong kecil, dan juga mereka tidak mengerti cara membuat pembukuan.

Baca juga : Pengertian UMKM

Maka dari itu kita akan membahas tentang Pembukuan keuangan serta cara membuat pembukuan yang sederhana.

Daftar Isi Sembunyikan

Apa itu Pembukuan?

Menurut Perubahan ketiga Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007

Secara jelas mendefinisikan Pembukuan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta,kewajiban,modal,penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Pembukuan merupakan sebuah pencatatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang berisi setiap transaksi, baik pengeluaran maupun pendapatan (book keeping).

Berdasarkan kedua hal diatas, secara umum pembukuan pada dasarnya adalah seni mencatat dan mengelompokkan jumlah uang melalui data transaksi-transaksinya kedalam laporan keuangan, seperti laba atau Rugi, neraca,perubahan modal, dan arus kas. Jika pembukuan terkati dengan laporan tentang pajak, maka pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas catatan mengetai harta,kewajiban,modal,penghasilan,dan biaya, serta penjualan dan pembelian, sehingga bisa dihitung jumlah besarnya pajak yang dikenakan.

Alasan UMKM Mengabaikan Pembukuan Keuangan

Banyak pelaku usaha mikro,kecil dan menengah yang mengabaikan pembukuan keuangan. Dikarenakan banyak dari mereka lebih mementingkan pemasaran dan kualitas produk yang mereka jual. Padahal, pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat setiap harinya.

Usaha Masih Kecil

Para pelaku UMKM tidak melakukan pembukuan karena ada anggapan seperti yang telah dikatakan diatas, mereka menganggap bahwa usahanya masih kecil dan tidak membutuhkan pencatatan keuangan. Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa proses pembukuan itu menyusahkan. Pemikiran inilah yang berkembang sehingga terjadi ketidakpraktisan proses akuntansi keuangan. selain itu faktor ketidaktahuan tentang pencatatan keuangan menjadi faktor penting.

Harusnya anggapan tersebut bisa dipatahkan dengan cara mengubah mindset terlebih dahulu jika membuat pembukuan keuangan itu mudah. alasan-alasan diatas haus dihilangkan terlebih dahulu agar usaha yang dijalankan bisa berhasil, bahkan mampu naik kelas menjadi bisnis yang lebih besar. Saat ini ada banyak cara sederhana untuk mempermudah para pelaku usaha mikro,kecil dan menengah untuk melakukan pembukuan.

Tidak Adanya Waktu untuk Melakukan Pencatatan

Namun Hal yang sering terjadi adalah tidak adanya waktu untuk melakukannya, sehingga para pelaku usaha pun lebih memiliih menunda untuk melakukannya. Atau, sudah tahu jika pembukuan itu penting, tetapi memilih unutk menyepelekannya. Padahal jika dipahami, seiring berjalannya waktu ketika usaha telah semakin berkembangm pelaku usaha tidak akan lagi bisa mengidentifikasi apakah mereka mendapatkan laba yang besar atau hanya mendapatkan laba yang sedikit dari hasil penjualan.

Sering juga terjadi, para pelaku usaha malah bertanya-tanya, kenapa pendapatannya tidak meningkat padahal penjualan produk laris. Sebagian lain tidak memahami tata cara pembukuan, sehingga mereka tidak tahu berapakah keuntungan atau kerugian pasti dari usahanya, hanya berspekulasi dengan kata “kira-kira”. Walaupun ada pencatatan pembukuan, biasanya hanya masalah utang piutang saja. bahkan ada beberapa pelaku usaha ketika ditanya perihal keuntungan yang sudah didapatkan selama menjalankan usaha tersebut. tak jarang mereka berkata “Keuntungan tahun ini cukuplah beli sawah dan motor”

Padahal jawaban tersebut tidak menggambarkan berapa laba yang sebenarnya mereka dapatkan. Karena bisa saja penggunaan dana itu tidak hanya berasal dari laba, tetapi justru dari utang ataupun pengambilan pada modal usaha. maka dari itu solusi untuk menghindari hal tersebut adalah dengan adanya pembukuan keuangan.

Kesalahan Fatal yang UMKM Lakukan Soal Keuangan

Mencampurkan Keuangan Pribadi dengan Usaha

Kesalahan yang sering terjadi khususnya pada para pelaku usaha yaitu mencampuradukkan keuangan pribadi dan keuangan usaha. Banyak para pelaku usaha mikro,kecil dan menengah masih menggunakan rekening pribadi untuk menyimpan pemasukan dan pengeluaran. kebanyakan akan bingung bagaimana memisahkan antara keduanya, sehingga banyak angka keuangan yang menjadi rancu karena hal tersebut.

Tercampurnya keuangan tentunya mentusahkan pengelolaan anggaran. Hal ini sangat masuk akal karena pelaku usaha akan merasa mempunyai uang banyak di rekening pribadi. yang pada akhirnya akan menggunakan uang tersebut untuk keperluan konsumtif secara pribadi maupun untuk keluaraga. jika hal tersebut terus dibiarkan, bisa jadi kemungkinan akan ada kesulitan dana untuk mengambil bahan baku yang diperlukan atau biaya operasional usaha diakibatkan pengeluaran pribadi yang kurang terkontrol.

Dokumen Pendukung Transaksi Dianggap Sepele

Kesalahan lain yang dilakukan yaitu terkait dengan dokumen pendukung transaksi, misalnya nota penjualan/bon dan tagihan/Invoice. Dokumen pendukung para pelaku usaha UMKM, baik itu pendapatan maupun pengeluaran dianggap sepele oleh para pelaku usaha. sehingga sering terjadi beberapa dokumen pendukung pun hilang.

Harusnya dokumen pendukung disimpan dengan baik dan rapi, sehingga jika suatu saat terjadi komplain dari customer dengan memberikan dokumen bukti transaksi yang ada padanya, anda bisa mencocokkan dengan dokumen yang sudah diarsipkan dengan mudah dan cepat.

Selain itu, pencatatan nota atau bon yang keluar dari pelaku usaha tidak memberikan nomor urut pada setiap nota yang telah keluar. Padahal, hal tersebut sangat penting dilakukan agar memudahkan pelacakan pencatatan dikemudian hari, hal ini sangat diperlukan untuk memastikan tidak adanya pencatatan ganda, dan untuk menghindari manipulasi jika transaksi dilakukan oleh karyawan.

Tidak Memiliki Catatan Keuangan

Misalkan seorang penjual soto mengeluarkan modal senilai Rp1.000.000,- per hari, pendapatan yang diperolehnya adalah sebesar Rp2.000.000,00. sedangkan laba bersih yang diperoleh pelaku usaha sebesar Rp500.000. kemudian laba bersih tersebut digunakan sebagai tambahan modal,kebutuhan hidup,kebutuhan keluarga, dan uang makannya tanpa melakukan pencatatan secara detail tentang pengeluaran tersebut. Hal ini akan menimbulkan masalah ketika transaksi pengeluaran banyak dan tiba-tiba kita mendapati jumlah saldo bisnis telah habis.

Ketika terlalu banyak transaksi yang kita lakukan, hal tersebut dapat mempengaruhi kita menjadi lupa tentang hal penting yang seharusnya kita ingat. Maka dari itu para pelaku usaha UMKM perlu mencatat secara rinci dan detail tentang pengeluaran yang dilakukan.

Buatlah catatan yang rapi dalam sebuah pembukuan yang mudah dipahami dan juga rapi sehingga dapat dengna mudah dibaca tentang alur kasnya, berapa pendapatan, pengeluaran, keuntungan,kerugian, dan hal penting lainnya.

Pentingnya Pembukuan Keuangan untuk Usaha

Sesuai dengan Ketentuan Undang-Undang yang Berlaku

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) mengatur kewajiban menyelenggarakan pembukuan sebagaimana Pasal 28 ayat (1). Wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dan wajib pajak badan di Indonesia wajib menyelenggarakan Pembukuan.

Dengan Pembukuan yang rapi, Pelaku usaha akan lebih mudah mendapatkan akses perbankan. Sebab pihak perbankan mensyaratkan laporan keuangan dalam pengajuan kredit yang bila dibutuhkan untuk pengembangan usaha.

Langkah Awal dalam Manajerial keuangan

Pembukuan keuangan sangat penting dilakukan oleh pelaku usaha, hal itu tidak terkecuali dengan para pelaku UMKM. Sebuah usaha memiliki potensi besar apabila dapat memahami dengan benar pentingnya manajerial keuangan, hal tersebut bisa kita mulai dengan membuat pencatatan keuangan. Usaha yang tidak mengerti tentang finansial akan sulit untuk mendapatkan akses kredit yang bisa menjadi modal pengembangan usaha yang lebih besar.

Semua perusahaan besar selalu diawali dari usaha kecil terlebih dahulu, anda harus meyakini usaha yang anda kelola saat ini akan berkembang menjadi usaha yang besar dimasa depan. Ketika pembukuan keuangannya telah dikelola dengan rapi dan lancar dari sekarang, maka ketika usaha sudah besar, manajerial keeuangannya tentu sudah semakin sempurna.

Manfaat Pembukuan Keuangan bagi UMKM

Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh UMKM jika melakukan pembukuan keuangan, di antaranya:

  1. Mengetahui informasi seputar Untung,rugi,utang,piutang dengan cepat dan tepat
  2. Digunakan sebagai alat monitor perkembangan keuangan dan alat pengendali keuangan
  3. Mengurangi risiko kehilangan produk dan aset
  4. Mengetahui kewajiban membayar pajak
  5. Digunakan sebagai alat kontrol biaya operasional
  6. Mengetahui progres bisnis
  7. Dijadikan alat analisis terhadap pencapaian tujuan dan sasaran dari kegiatan usaha
  8. Membantu memberikan informasi untuk merencanakan pengawasan dan pengambilan keputusan
  9. Dijadikan pendukung untuk mengajukan pinjaman,investasi, atau kredit ke pihak eksternal
  10. Dapat dijadikan kebijakan dalam pengambilan keputusan

Prinsip-Prinsip Pembukuan

Prinsip pembukuan dalam dunia usaha adalah sebagai berikut:

  • Sistematis, Pembukuan memiliki kaidah-kaidah tertentu sesuai jenis buku.
  • Kronologis, Buku diisi berdasarkan urutan kejadian transaksi
  • Informatif, Informasi yang disajikan dapat dipahami oleh pihak-pihak yang berkepentingan
  • Akuntabel, Buku disusun dengan pedoman akuntansi, seperti dapat dihitung, dievaluasi, dan dipertanggung jawabkan.
  • Auditable, Seluruh isi buku harus dapat diperiksa kebenarannya dengan mudah

Pedoman Pencatatan

Pencatatan Pembukuan Didasarkan pada Transaksi Keuangan

Adanya dokumen pendukung nyata seperti faktur pembelian barang, slip bukti transfer, kuitansi, nota, bukti penerimaan kas, bukti pengeluaran kas, dan memo adalah hal yang perlu diperhatikan. Semua bukti transaksi sebaiknya disimpan dengan rapi.

Pencatatan Pembukuan Dilakukan pada Saat Terjadi Transaksi

Hal ini bertujuan untuk mencegah kelalaian dan efisiensi kerja. Karena ketika pencatatan itu ditunda, maka akan ada banyak waktu yang hilang untuk mengkoreksi transaksi yang sudah begitu banyak.

Dibuat dalam Bentuk Buku atau Dokumen

Pencatatan pembukuan harus rapi dan terstruktur dalam sebuah buku. Jika ingin ditulis tangan, maka harus mudah dibaca. JIka menggunakan komputer, maka pastikan mudah dalam penyajian informasinya.

Cara membuat Pembukuan Keuangan

dalam membuat pembukuan terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk para pelaku UMKM, berikut ini adalah tiga cara tersebut:

Pembukuan Secara Manual

Pencatatan pembukuan ini dilakukan secara manual seperti namanya, Pemilik usaha mencatatnya dalam sebuah buku besar dan menghitungnya secara manual. Untuk usaha mikro,kecil dan menengah mungkin masih dapat dilakukan, tetapi ketika usaha kita telah semakin berkembang dan banyak yang harus dicatat maka pembukuan manual tidak disarankan, bahkan malah tidak efektif karena risiko kesalahan manusia/human error akan semakin tinggi.

Pembukuan dengan Microsoft Excel

Microsoft Excel digunakan untuk pembukuan keuangan adalah untuk mengurangi kesalahan perhitungan karena adanya kemudahan dengan fungsi rumus khusus yang dapat menghitung sesuai dengan data yang ada secara otomatis.

Pembukuan dengan Komputerisasi Akuntansi

Komputer akuntansi akan sangat membantu sistem pembukuan para pelaku usaha. Hanya dengna memasukkan data awal, seluruh laporan bisa dicetak kapan saja diinginkan secara cepat,ketelitian tinggi, dan kapasistas penyimpanan data yang besar.

Namun ada kemungkinan data tersebut bisa rusak, sehingga tidak terbaca dan juga data digital rentan dimanipulasi atau di retas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga :

Pembukuan Keuangan Sederhana yang Wajib Dimiliki UMKM

Ketika memulai Bisnis, Pembukuan adalah hal yang harus anda siapkan. Sesuaikan pencatatan dengan kebutuhan sebagai pelaku usaha. Berikut ini adalah Jenis pembukuan sederhana yang dapat dipersiapkan

Catatan Pengeluaran

Catatan pengeluaran berfungsi untuk mengetahui apa saja yang keluar. Hal ini yang perlu dilakukan pada awal berdiri hingga selama usaha itu berjalan. catat dengan rinci setiap pengeluaran yang terjadi dalam bukut terpisah, misalnya bahan baku, Biaya Operasional, gaji karyawan, dan lainnya.

Ketika sudah berjalan dengan baik, maka akan mudah untuk dapat mengetahui besarnya awal modal. Dengan hal tersebut, Strategi dan target untuk mengembalikan modal dapat mudah direncanakan.

Catatan Pemasukan

Catatan pemasukan dibuat pada buku terpisah untuk mencatat jenis pemasukan pada usaha seperti jumlah produk yang terjual dan oiutang yang telah dibayarkan. catatan pemasukan sangat penting untuk mengetahui laba yang dijalankan.

Contoh Pembukuan Pengeluaran dan Pemasukan

berikut ini contoh pembukuan pengeluaran dan pemasukan yang bisa dibuat secara sederhana

TanggalNomor Bukti PengeluaranJenis PengeluaranJumlah UangKeterangan
Contoh Catatan Pengeluaran

TanggalNomor Bukti PemasukanJenis PemasukanJumlah UangKeterangan
Contoh Catatan Pemasukan

Catatan Piutang

Pembelian tidak semuanya melakukan pembayaran langsung. beberapa pembelian biasanya dibayar melalui kredit. shingga kita perlu untuk membuat catatan piutang. Sebagai buku yang merekap semua piutang menjadi satu akan memudahkan pelaku usaha untuk mengetahui siapa saja yang berpiutang, jumlah piutang, serta berapa jumlah piutang yang telah dibayarkan.

Selain itu dengan catatan piutang, pelaku usaha dapat dengan mudah melihat berapa lama piutang itu belum dibayarkan sehingga bisa segera ditagih. Maka dari itu jangan sampai cash flow usaha terganggu karena banyak penjualan dalam bentuk piutang.

Berikut contoh catatan piutang sederhana:

contoh sederhana catatan piutang

Catatan Utang

Merupakan sebuah pembukuan yang berisi utang-utang yang uangnya digunakan untuk menjalankan usaha. Catatan utang berfungsi sebagai pengingat untuk membayarnyas secara tepat waktu. Dalam sebuah usaha, Nama baik perusahaan merupakan salah satu modal utama. Jadi dengan pembayaran utang yang tepat waktu merupakan suatu hal yang penting untuk membangun reputasi bisnis dan juga mendapatkan kepercayaan dari rekan bisnis.

Selain itu dengan adanya catatan utang juga membantu pelaku usaha menghindari pembayaran dua kali atau lebih dari utang anda. Untuk model pembukuannya kurang lebih sama dengan catatan piutang.

Contoh Pembukuan sederhana catatan utang

Pembukuan Kas Utama

Kas utama adalah gabungan buku catatan pemasukan dan catatan pengeluaran. bentuk buku kas yang sederhana berbentuk skontro² yang terdiri dari dua bagian yaitu debet dan kredit. bagian debet untuk mencatat setiap transaksi yang masuk, sedangkan bagian kredit untuk mencatat seluruh pengeluaran yang terjadi.

Kas utama dapat menjadi pedoman untuk menrapkan strategi marketing, karena dengan pembukuan tersebut dapat mengetahui berapa kerugian dan keuntungan dari usaha yang telah dijalankan.

Contoh sederhana dari pembukuan kas utama:

TanggalNo. BuktiUraianPemasukanPengeluaranSaldo
template pengisian kas utama

TanggalNo. BuktiUraianPemasukanPengeluaranSaldo
1/1/2022122Saldo awal5.000.0005.000.000
1/1/20221450pembelian bahan baku1.200.0003.800.000
3/1/2022Membayar retribusi20.0003.780.000
5/1/2022333Hasil Penjualan730.0004.510.000
5/1/2022Membayar parkir10.0004.500.000
contoh pengisian kas utama

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Catat semua transaksi secara rinci dibuku kas serta perhatikan penulisan tanggal, uraian, pemasukan, pengeluaran, dan saldo.

Uraian harus jelas agar tidak terjadi kebingunan ketika ada banyak pencatatan yang terjadi. Uraikan darimana sumber pemasukan secara rinci, dan penggunaan untuk apa saja uang yang keluar.

Selalu simpan bukti transaksi secara rapi, diurutkan sesuai dengan tanggal agar memudahkan dalam pencarian.

Cocokkan saldo akhir dan jumlah uang tunai secara berkala sehingga jika ada yang tidak cocok akan lebih mudah mencari letak kesalahannya. selain contoh diatas terdapat juga lajur pembukuan kas utama yang lain yang bisa kamu coba dibawah ini:

Untuk cara pengisiannya, silahkan perhatikan contoh ilustrasi berikut ini:

  • Tanggal 1 Januari 2022, sisa uang kas, Rp10.000.000
  • Tanggal 2 Januari 2022, membayar sewa gedung bulan januari sebesar Rp1.000.000
  • Tanggal 2 Januari 2022, menerima pelunasan piutang bapak Andi sebesar Rp250.000
  • Tanggal 2 Januari 2022, menjual inventaris toko sebesar Rp750.000
  • Tanggal 4 Januari 2022, membayar utang kepada toko makmur sebesar Rp500.000
  • Tanggal 4 Januari 2022, pemasukan dari hasil penjualan sebesar Rp2.000.000
  • Tanggal 5 Januari 2022, membeli barang dagangan sebesar Rp1.500.000
  • Tanggal 5 Januari 2022, menyetor uang ke BRI untuk tabungan pribadi sebesar Rp2.000.000

Sebelum mencatat dalam pembukuan, kita bisa terlebih dahulu melakukan analisis transaksi yang tidak perlu dicatat dalam pembukuan, tetapi dapat memudahkan kita memasukkan data-data transaksi kedalam buku kas secara tepat.

TanggalAnalisis
1Sisa uang kas
Rp10.000.000
Uang kas bertambah (Saldo awal)
Rp10.000.000
2Sewa gedung bulan januari
Rp1.000.0000
Uang kas berkurang Rp1.000.000, sedangkan biaya sewa bertambah Rp1.000.000
2Piutang Bapak Andi
Rp250.000
Uang kas bertambah Rp250.000s edangkan piutang berkurang Rp250.000
2Menjual Inventaris toko
Rp750.000
Uang kas bertambah Rp750.000, inventaris toko berkurang Rp750.000
4Utang kepada Toko Makmur
Rp500.000
Uang kas berkuranag Rp500.000 sedangkan utang bertambah Rp500.000
4Pemasukan dari hasil penjualan
Rp2.000.000
Uang kas bertambah Rp2.000.000 dan barang dagangan berkurang Rp2.000.000
5Membeli barang dagangan
Rp1.500.000
uang kas berkurang Rp1.500.000 sedankan stok barang bertambah Rp 1.500.000
5Menyetor uang ke BRI untuk tabungan pribadi
Rp2.000.000
Uang kas berkurang Rp2.000.000, sedangkan tabungan pribadi bertambah Rp2.000.000

Maka pembukuan kas utama dari analisis diatas adalah sebagai berikut:

Pembukuan Stok Barang

Buku stok barang adalah catatan jumlah barang masuk, barang keluar, serta persediaan barang atau stok produk. Hal ini penting dilakukan agar dapat mengetahui persediaan barang, memastikan barang selalu ada kepada customer, memudahkan penataan gudanag penyimpanan, dan juga menghindari adanya kecurangan yang dilakukan karyawan.

Untuk jenis Usaha besar disarankan agar menggunakan sistem komputerisasi atau sistem Barcode. Namun untuk pelaku UMKM bila dirasa masih bisa menggunakan pembukuan secara manual, maka contoh pembukuan sederhana untuk stok barang dibawah ini bisa menjadi referensi untuk para pelaku usaha:

TanggalTransaksiNoDeskripsiMutasiJumlah Stok
contoh pembukuan sederhana stok barang

Contoh pengisian

TanggalTransaksiNoDeskripsiMutasiJumlah Stok
1/1/2022Stack adjustment1001+4
Saldo Awal+1010
Invoice1001-2-2
Sales return1002+33
contoh pengisian stok barang

Pembukuan Inventaris Barang

Inventaris barang merupakan catatan aset yang dimiliki pemilik usaha. Hal ini sebagai antisipasi dari kehilangan aset dan sangat bermanfaat saat melakukan perpindahan atau penghapusan barang. berikut contoh pembukuan sederhana inventaris barang:

NoJenis BarangJumlahTanggal BeliKodeKeterangan
1Komputer21/1/2022Kom
2Mesin fotokopi11/1/2022MFBeli bekas
3
4

Buku Laba Rugi

Buku laga rugi merupakan catatan yang berisi pemasukan dan beban usaha dalam kurun waktu tertentu. Manfaat adanya buku laba rugi yaitu dapat mengetahui usaha yang dijalankan mengalami laba atau rugi, mengetahui jumlah pajak yang harus dibayarkan, dan tentunya sebagai bahan evaluasi strategi ke depannya. Berikut ini adalah contoh buku laba rugi:

contoh pengisian pembukuan sederhana laba rugi

Neraca

Neraca merupakan daftar yang menunjukkan jumlah harta, utang, dan modal. Dalam neraca, pelaku usaha akan melakukan pencatatan terhadap aset usaha yang dimiliki seperti berapa modal yang telah ditanamkan untuk menjalankan usaha, berapa kewajiban yang harus dibayarkan, dan berapa harta termasuk piutang yang dimiliki. Bentuk neraca secara umum adalah horizontal.

Neraca terbagi menjadi dua sisi yaitu sisi aktiva (debet) yang berisi harta dan sisi pasiva(kredit) berisi utang dan modal. Neraca biasanya dibuat setahun sekali dan dicatatkan sebagai akhir tahun pembukuan, misalnya tanggal 31 desember.

Aktiva

Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan tunai secara cepat, misalnya uang kas, bank, deposito jangka pendek, persediaan dagangan, persekot, persediaan perlengkapan, dan lainnya.

Pasiva

merupakan kewajiban, kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan oleh pemilik usaha kepada pihak lain dalam waktu tertentu. berikut kewajiban yang dimaksud:

Kewajiban jangka pendek: kewajiban yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun, misalnya utang dagang, utang biaya operasional.

Kewajiban jangka panjang, merupakan kewajiban yang harus dibayarkan dalam waktu lebih dari satu tahun misalnya utang obligasi, dan uang hipotik.

Modal

merupakan kekayaan bersih yang dimiliki pelaku UMKM pada periode tertentu. Modal merupakan selisih antara hutang dikurangi utang

MODAL = HARTA+UTANG

atau jika kita ingin menghitung harta yang dimiliki dapat menggunakan persamaan berikut

HARTA = MODAL+UTANG

Contoh Neraca dalam pembukuan

pembukuan sederhana neraca

Pembukuan Perubahan Modal

Daftar perubahan modal adalah suatu jenis laporan yang menunjukkan adanya kenaikan atau penurunan modal ada usaha dalam periode waktu yang biasanya dilakukan pada akhir tahun. Hal-hal yang disampaikan dalam laporan tersebut seperti kenaikan modal jika mendapatkan keuntungan, atau penurunan modal ketika mengalami kerugian.

Jenis data yang disampaikan merupakan laporan rugi/laba yang kemudian ditambahkan dengan besarnya prive. berikut ini adalah contoh pembukuan perubahan modal dalam berdasarkan keuntungan dan kerugian.

Modal awalRp…………….
Laba Tahun iniRp…………….
PriveRp…………….
Kenaikan modalRp…………….
Modal akhirRp…………….
Perubahan modal (untung)

Modal awalRp…………….
Rugi Tahun iniRp…………….
PriveRp…………….
Penurunan modalRp…………….
Modal akhirRp…………….
Perubahan modal (Rugi)

Laporan Arus Kas

Arus kas adalah sebuah informasi yang menunjukkan sejumlah pemasukan dan pengeluaran dalam kurun waktu tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan rincian secara historis tentang kas dan juga berfungsi untuk taksiran arus kas masa depan. Selain itu, laporan ini juga dapat digunakan untuk menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih.

Contoh Pembukuan Sederhana Arus Kas

contoh pembukuan bisa kita ilustrasikan dalam contoh seperti ini, penerbitan Lintau Nusantara memiliki catatan pendapatan dan pengeluaran dari beban operasional usahanya dalam satu bulan sebagai berikut:

PendapatanRp20.000.000
Beban perlengkapan dan pemakaian barangRP8.000.000
Beban gajiRp4.000.000
Beban Listrik, telepon, airRp500.000
Beban sewa gedungRp750.000
Beban penyusutan mesinRp250.000

Dari data diatas kita bisa melakukan pencatatan laporan aruskan dalam bentuk sebagai berikut:

contoh sederhana pembukuan arus kas

Sebagai laporan yang merupakan data historis, maka laporan yang diberikan tidak cukup hanya satu bulan saja, melainkan semua laporan setiap bulan tersebut akan dikumpulkan menjadi satu. Dalam laporan aruskan, bukti transaksi terhadap penerimaan dan pengeluaran jangan sampai hilang.

Bukti pengeluaran atau penerimaan kas seperti faktur,nota,atau bon harus disimpan untuk melengkapi laporan arus kas ini. Berikut ini ada format laporan arus kas untuk satu periode (Januari-Desember):

format pembukuan sederhana arus kas dalam setahun

Kemudian ada empat hal yang perlu diperhatikan pelaku usaha dalam pencatatan laporan arus kas:

  • Pertama, sumber dana. Sumber dana harus terpisah antara milik pribadi dan usaha. Hal ini untuk mengetahui secara pasti perkembangan usaha yang sedang dijalani.
  • Kedua, tentang pencatatan uang. Ketika mengisi pendapatan atau pemasukan, maka uang harus sudah diterima atau sudah dikeluarkan oleh pemilik usaha. jika belum terjadi transaksi penerimaan uang, maka pencatatan tidka diperbolehkan.
  • Ketiga, bukti transaksi, pencatatan yagn dilakukan harus berdasarkan pada bukti transakti. jika tidak ada bukti transaksi diterima itu berarti tidak ada hitam diatas putih, terlebih lagi jika hanya sekedar omongan saja.
  • Keempat, pencatatan secara jelas. Catat secara rapi dan jelas semua transaksi yang mempengaruhi usaha.

Pembukuan keuangan dengan Excel

Setelah kita mengetahui mengenai berbagai macam jenis pembukuan keuangan beserta formatnya, sekarang kita bisa mengimplementasinya menggunakan Microsoft Excel.

Rumus Menghitung Saldo

Berikut ini adalah format pengisian pada Excel:

Kolom tanggal,uraian,pemasukan, dan pengeluaran harus dimasukkan secara manual. Sedangkan untuk menghitung saldo, gunakan rumus IF agar bisa dilakukan penghitungan secara manual.

Rumus IF merupakan salah satu fungsi Excel dalam kategori kelompok logiacl yang sering digunakan untuk melakukan uji logika tertentu. Fungsinya untuk mengevaluasi terhadap uji logika tertentu, kemudian memberikan hasil nilai true atau false. Nilai true merupakan nilai dimana konfisi tersebut terpenuhi.

Nilai False merupakan nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi. pada cell E6, silahkan masukkan rumus =IF(C6>0;E5+C6;E5-D6), maksud dari rumus ini adalah jika pemasukan lebih besar dari nol, maka perhitungannya adalah saldo ditambah pemasukan, saldo dikurangi pengeluaran.

Masukkan semua informasi (tanggal,uraian,pemasukan,pengeluaran) kedalam Microsoft Excel. Setelah itu tarik cell E6 kebawah, maka secara otomatis saldo akan melakukan penghitungan secara otomatis seperti dibawah ini:

Penggunaan rumus IF adalah jika kita mengisi data harga berupa angka pada tabel pemasukan sebesar lebih dari nol, maka Excel secara otomatis akan menghitung total saldo yang ada secara otomatis berdasarkan rumus yang telah diberikan. pada tabel kamu juga bisa memasukkan catatan khusus dengan cara Klik kanan>Insert Comment pada cell.

Menambahkan Grafik pada Microsoft Excel

Jika ingin mengetahui perkembangan usaha yang kita jalankan, maka informasi secara grafik pada Microsoft Excel bisa jadi pilihan terbaik karena menawarkan banyak pilihan. Contohnya pelaku usaha ingin mengetahui perkembangan usahanya dengan data sebagai berikut:

Cara membuat grafik pada Excel cukup mudah, dengan cara klik menu Insert>Insert Colomn Bar Chart jika ingin membuat grafik dalam bentuk Bar.

Menu ini akan membantu dalam mengetahui banyak hal seperti jumlah barang terjual, barang paling laku, barang tidak laku, periode bulan paling banyak penjualan dan informasi lainnya.

Rumus Excel untuk Pembukuan

Excel memiliki banyak fitur yang dapat mendukung dalam pembukuan keuangan yang perlu dilakukan. Ada beberapa rumus yang bisa digunakan sehingga membantu para pelaku usaha dalam menghemat waktu dan tenaga dalam pengisian pembukuan keuangan.

Rumus IF Tunggal

Rumus IF memungkinkan untuk membuat perbandingan logis antara nilai dan apa yang diharapkan dengan menguji kondisi dan mengembalikan hasil jika True atau False. Oleh karena itu IF dapat memilki dua hasil, yaitu jika perbandingan benar dan hasil kedua jika perbandingan salah

Rumus: =IF(logical_test;[value_if_true];[value_if_false])

  • logical_test : kriteria acuan yang dijadikan pembanding
  • value_if_true : nilai untuk kondisi yang terpenuhi
  • value_if_false : nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi

Rumus IF Bertingkat

Rumus ini dapat digunakan sampai 64 tingkat. penggunaan rumus IF yang seperti ini biasa disebut rumus IF bertingkat. Rumusnya adalah sebagai berikut :

=IF(logical_test1;[value_if_true1];(IF(logical_test2;[value_if_true2];[value_if_false]))

  • Lihat logical_test1, jika terpenuhi maka gunakan nilai true1
  • Jika logical_tes1 tidak terpenuhi, maka lihat logical_test2
  • Jika logical_test2 terpenuhi, maka gunakan nilai FALSE

Rumus SUM

Fungsi ini kemungkinan akan sangat sering digunakan dalam perhitungan pelaku usaha, karena rumus ini berfungsi sebagai penjumlahan. fungsi SUM lebih mudah dan cepat digunakan disaat bekerja dengan lebih dari beberapa angka. misalkan =SUM(A2:A5) cenderung kurang memiliki kesalahan ketik daripada = A2+A3+A4+A5.

Rumus : =SUM(number1;[number2]…..)

  • number1 adalah set awal
  • number2 dan seterusnya

Rumus SUMIF

SUMIF memiki fungsi yang sangat penting dalam membantu pembuatan laporan dengan berbagai perhitungan, sehingga pelaku usaha tidak perlu repot menghitung penjumlahan banyak angka secara manual. Rumus SUMIF merupakan gabungan dari rumus SUM dan IF. SUM berguna untuk melakukan penjumlahan dan IF berfungsi sebagai penentuan kondisi True atau False.

Rumus : =SUMIF(sum_range;criteria_range1;criteria1;criteria_range2;criteria2;…..)

  • Range: range kriteria
  • criteria : kriteria yang menjadi acuan
  • sum_range : range jumlah dari kriteria

Rumus COUNTA

Rumus COUNTA digunakan untuk menghitunga jumlah sel yang tidak kosong(empty) pada rentang sel tertentu. Dengan rumus ini, pelaku usaha bisa menghitung sel yang berisi angka dan sel yang berisi text secara bersamaan.

Fungsi ExcelKeterangan
COUNTArumus excel untuk menghasilkan jumlah sel yang tidak kosong (empty)
COUNTABLANK rumus excel untuk menghasilkan jumlah sel yang kosong (empty)

=COUNTA(value1;[value2];…)

  • value1 : nilai pada kolom/baris pertama
  • value2 : nilai pada kolom/baris kedua dan seterusnya

Rumus SLN (Straight Line Depreciation)

Nilai penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus. besarnya penyusutan setiap periode sama besar. Rumus ini digunakna untuk menghitung penyusutan aktiva tetap dengan cara garis lurus.

Rumus : =SLN(Cost;Salvage;Life)

  • Cost(aktiva) : nilai awal suatu aset
  • Salvage (Residu) : nilai aset setelah penyusutan
  • Life : jumlah periode penyusutan

Rumus DB

Fungi DB dapat digunakan untuk menghitung nilai penyusutan suatu aset dalam periode yang telah ditentukan dengna memakai metode pasti fixed-decling (saldo menurun).

Rumus : =DB(Cost;Salvage;Life;Period;[Month])

  • Cost(aktiva) : nilai awal suatu aset
  • Salvage(residu) : nilai aset setelah penyusutan
  • Life : jumlah periode penyusutan
  • Period : periode penyusutan ke-n
  • Month: jumlah bulan pada penyusutan tahun pertama

Rumus OFFSET

Rumus ini dipakai untuk menggeser sebuah referensi dari sebuah titik acuan (ke kanan atau ke kiri, ke atas atau ke bawah). fungsi ini dimanfaatkan pada saat membuat sebuah range dinamin, dimana referensi ini akan menyesuaikan banyak data yang ada, sehingga anda tidak perlu mengubah rumus berulang-ulang hanya untuk melakukan penyesuaian.

Rumus: =OFFSET(reference;rows;cols;[height];[width])

  • Reference (diperlukan) : referensi yang ingin dijadikans ebagai dasar atau titik awal
  • Rows (diperlukan) : pergeseran baris acuan reference
  • Cols (diperlukan) : pergeseran kolom dari acuan reference
  • Height (opsional) : tinggi, dalam jumlah baris, yang merupakan hasil yang diinginkan
  • Width (opsional) : lebar, dalam jumlah kolom, yang merupakan hasil yang diinginkan

Demikian seputar Cara membuat pembukuan keuangan yang sederhana bagi para pelaku UMKM. Semoga informasi ini bisa membantu para pelaku usaha dalam membuat usaha yang maju dengan pembukuan yang baik.

Baca juga : Cara Mendapatkan Bantuan UMKM

Leave a Comment